Pesatnya Perkembangan Bisnis Hotel di Cirebon

Kota Cirebon yang terkenal dengan julukan Kota Udang ternyata memiliki lokasi yang menarik bagi pebisnis. Tidak heran jika julukan Kota Udang itu juga melekat pada perwujudan profilnya sebagai kawasan usaha dan dagang, (Udang).

Kota Cirebon telah menunjukkan nafasnya sebagai kota usaha dan perdagangan. Kondisi itu mengingat secara geografis yang terletak di pesisir pantai utara Jawa. Sejak dahulu, kepantaiannya membuat kota ini didatangi para pedagang dari berbagai negara asing.

Secara perlahan, aktivitas itu selanjutnya menciptakan jalur perdagangan strategis.Pengembangannya lantas menjadi dasar utama pembangunan sebuah pelabuhan yang berdiri hingga kini. Tak bisa dipungkiri pelabuhan di Cirebon menjadi titik fokus yang membuat Kota Cirebon sangat dilirik banyak pengusaha dan ditambah sejarah yang sudah menjadikan kawasan ini menjadi daerah dagang sebenarnya. Lihat saja bagaimana bangunan semen telah mengubah wajah kota ini.

Pembangunan pabrik, mal, perumahan, hingga perkantoran yang bertumbuh hingga kini seolah semakin menegaskan profil Kota Cirebon sebagai kota usaha jasa dan dagang. Secara khusus, pertumbuhan di sektor jasa dan perdagangan itu salah satunya telah memicu pertumbuhan hotel di Kota Cirebon. Berdasarkan data Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon, hingga kini tercatat telah berdiri sedikitnya 45 hotel mulai dari kelas melati hingga bintang.

Kepala Disporbudpar Kota Cirebon Abidin Aslich menyatakan, jumlah tersebut sebenarnya sudah cukup memadai untuk ukuran kota dengan luas sekitar 37,54 km2. Apalagi,bangunan yang berdiri di Kota Cirebon bukan hanya hotel. ”Pertumbuhan hotel di Kota Cirebon bisa dikatakan tidak terlampau pesat. Hal ini dimungkinkan karena lokasi strategis di kota sudah ditumbuhi oleh bangunan bangunan lain, selain hotel. Sementara luas kota amat terbatas,”papar dia.

Namun begitu, jumlah tersebut dimungkinkan bertambah mengingat Disporbudpar masih menerima pengajuan Surat Izin Usulan Kepariwisataan (SIUK) hingga tahun ini. Menurut mantan Staf Ahli Wali Kota Cirebon ini, tidak ada peraturan bahkan larangan tertulis terkait pendirian hotel. ”Sepanjang prosedur dan ketentuan pendiriannya terpenuhi sesuai aturan yang berlaku, hotel bisa berdiri di Kota Cirebon dalam jumlah berapa pun,” ujar dia.

Apalagi, dalam kondisi ideal di mana pertumbuhan hotel diiringi pula oleh tingginya tingkat hunian, maka perolehan pajak hotel yang masuk ke kas daerah pun terbilang menguntungkan. Dia mengakui, pertumbuhan pada sektor properti, seperti hotel, memiliki korelasi dengan pertumbuhan dan daya tarik wisata. Namun untuk Kota Cirebon, lanjut dia, korelasinya bukan hanya dengan wisata, melainkan pula dengan pertumbuhan pada sektor usaha jasa dan perdagangan.

”Jadi di Kota Cirebon,pertumbuhan hotel juga dipicu oleh makin banyaknya kantong-kantong ekonomi baru yang semuanya cenderung saling berkaitan. Kantong-kantong ekonomi itu tak cuma di Kota Cirebon, tapijuga di daerah-daerah penyangga kota, seperti Kabupaten Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan,” jelas dia.

Sumber : SindoNews.com

1
Shares
Share on Pinterest
Jun 1, 2014
|||

Related Posts

1 comment

[…] sekitarnya. Tingkat pertumbuhan ekonomi dan bisnis di kota Cirebon sangatlah cepat, hal ini memicu pesatnya perkembangan bisnis hotel di Cirebon. Banyak investor dari luar tertarik untuk menebar jaring bisnisnya di kota Cirebon dengan membangun […]

Leave a reply


*