Kuliner Tahu Gejrot Khas Cirebon

tahu gejrot khas cirebonTahu Gejrot merupakan salah satu kuliner khas yang cukup digemari baik oleh anak-anak maupun orang dewasa. Dengan menggunakan bahan yang sangat sederhana tetapi komposisi rasanya terbilang komplit. Ada rasa manis, gurih, asam dan pedas yang berpadu dalam satu hidangan. Tahu pong (yang ditengahnya cenderung kopong atau kosong) berukuran kecil dipotong-potong menjadi dua bagian, lantas disiram dengan kuah encer yang berbahan utama gula merah, kecap, bawang, dan cuka/air asam jawa (opsional). Tak lupa ditambahkan cabai rawit dan bawang merah yang diulek kasar untuk menambah sensasi segar dan pedas.

Pembeda tahu Gejrot dengan tahu lain adalah kekhasan dari tahu gejrot yang rasanya tawar, berwarna pucat pasi dengan tekstur kulit yang tebal dan isi yang (agak) kosong. Inilah pembeda tahu gejrot dengan tahu sumedang, tahu petis, tahu pong, atau tahu-tahu yang lainnya. Padahal Cirebon memiliki garis pantai dan tambak garam di sepanjang Pantura. Tawarnya Tahu Gejrot dikarenakan, pabrik-pabrik pembuat tahu ini berada jauh dari garis pantai.

Seperti yang sampai hari ini bisa ditemui, salah satu komplek pembuatan Tahu Gejrot terdapat di Desa Jatiseeng, Kec Ciledug- Kab Cirebon. Berjarak 70-an KM ke arah timur dari Kota Cirebon dan 5-an KM ke arah barat laut dari alun-alun Kecamatan Ciledug. Di sana terdapat komplek pabrik tahu yang telah berdiri sejak tahun 1968-an, dikelola secara turun temurun. Pemasarannya telah tersebar hingga ke Bandung, Jakarta, Semarang dan beberapa kota besar lainnya di Pulau Jawa. Ketahanannya yang mencapai 5-7 hari menjadi batas pemasaran tahu yang khas disajikan dengan kuah ini.

Tahu Gejrot memang sudah sangat identik sebagai salah satu kuliner khas dari Cirebon. Tapi jangan salah, masing-masing wilayah di Cirebon memiliki kekhasan kulinernya masing-masing, dan tahu gerjrot ini awalnya adalah makanan khas dari Cirebon Timur. “Gejrot” adalah istilah dalam bahasa sunda ketika air mencimprat karena sebuah tekanan. Sementara bawang merah adalah komoditas pertanian yang melimpah di Cirebon Timur.

Jadi dari segi bentuk dan tekstur, Tahu Gejrot sangat dekat dengan Tahu Pong dan Tahu Bulat. Namun dari segi rasa Tahu gejrot tidak berasa (tawar) seperti tahu GDL, atau tahu mentah Bandung. Kekhasan berikutnya adalah cara penyajiannya yang mengoptimalkan melimpahnya bawang merah.

Bernama Tahu Gejrot karena penyajiannya tidak bisa terlepas dari racikan kuah. Kuahnya tidak sembarang, melainkan menjadi keharusan menggunakan rebusan gula merah dengan perasa garam secukupnya. Kemudian dicampur dengan hasil ulekan cabe rawit dan bawang merah mentah.

Cara penyajian dari tahu gejrot ini seolah telah menjadi rumus matematik yang akan ganjil ketika salah satu resep tidak terpenuhi. Atau hanya dimakan tahunya saja seperti tahu lain. Iris jadi dua dengan garis iris dari sudut ke sudut sehingga membentuk segi tiga. Kemudian siapkan kuah dengan merebus gula merah secukupnya. Setelah rebusan gula merah mendidih masukkan garam secukupnya hingga terasa perpaduan antara rasa manis dan asin menyatu menjadi gurih.

Setelahnya siapkan bawang merah dan cabe rawit (untuk komposisinya bisa disesuaikan dengan selera masing-masing) pada sebuah cobek tanah liat, jangan terlalu lembut, cukup sekadar hancur dan melebur antara bawang dan cabainya. Keduanya mentah, tanpa direbus atau digoreng. Kemudian kucurkan kuah rebusan gula tadi ke atas cobek yang terdapat rendosan atau ulekan bawang merah dan cabai rawit mentah, aduk hingga rata. Siapkan potongan tahu gejrot pada cobek yang terpisah, lalu basuhkan kuah dari cobek cabe ke dalam cobek berisi tahu. Maka tahu gejrot pun siap dinikmati.

3
Shares
Share on Pinterest

Related Posts

Leave a reply


*