Akhir Tahun 2015, Pelabuhan Cirebon Direklamasi

pelabuhan cirebonLEMAHWUNGKUK, (CNC).- Pada akhir tahun ini, PT Pelindo II/International Port Corporation (IPC) mulai gorundbreaking atau dimulainya awal konstruksi reklamasi pelabuhan Cirebon seluas 50 hektar. Pengembangan pelabuhan menjadi pelabuhan peti kemas seperti pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta dan Tanjung Mas, Semarang tersebut, pelabuhan Cirebon akan dijadikan sebagai salah satu pelabuhan andalan kegiatan ekonomi Indonesia.

Manager Operasional PT Pelindo II, Yosianis Marciano membenarkan bahwa Pelabuhan Cirebon bukan menjadi pelabuhan pengganti pelabuhan Cilamaya, Karawang. Namun, menurut kebutuhan saat ini pelabuhan di Indonesia harus dikembangkan, mengingat Presiden Jokowi akan menjadikan pelabuhan sebagai penguatan ekonomi poros maritim.

Dikatakannya, Rencana reklamasi pantai tahap awal, pelabuhan Cirebon akan menghabiskan biaya sekitar Rp2 Triliun. Pengembangan tersebut dimulai pada akhir 2015 hingga 2020. Pelabuhan akan melakukan reklamasi seluas 50 hektar, dengan luas dermaga sebesar 19.200 M2.

“Dua pelabuhan yang menjadi andalan, seperti Tanjung Mas dan Tanjung Priok sudah dianggap kelebihan muatan, untuk itu Cirebon dianggap paling ideal untuk menjadi pelabuhan peti kemas selanjutnya,” ujarnya saat ditemui di Pelabuhan Cirebon, Senin (11/5).

Dia mengatakan, saat ini pemerintah pusat sedang melakukan visibility study terkait semua kesiapan PT Pelindo II melakukan reklamasi tahap awal mendatang. Semua set plan sudah diselesaikan dan disetejui oleh pemerintah Kota Cirebon dan pemerintah pusat.

“Presiden Jokowi meminta kepada pihak pelindo II untuk segera mengurus-urus segala persyaratan untuk memulai pengembangan, rencana awal penandaan dimulainya konstruksi yaitu akhir tahun nanti,” ujarnya.

Dia menjelaskan, tren pengiriman logistik melalui kapal laut semakin besar, bahkan Pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Mas tidak mampu menampung bahan-bahan curah. Untuk itu, pelabuhan Cirebon akan diproyeksikan untuk menunjang logistik barang-barang curah.

“Dampak setelah terjadi reklamasi pelabuhan Cirebon menjadi pelabuhan internasional, akan memberikan multiplayer effect positif bagi masyarakat maupun Pemerintah Kota Cirebon,” katanya.

Dia menjelaskan, Cirebon merupakan daerah yang strategis sebagai pelabuhan yang menopang bongkar muat batu bara, untuk membantu pelabuhan Tanjung Priok Jakarta. Yossi juga menilai, pelabuhan Cirebon adalah satu-satunya pelabuhan yang cukup diandalkan, untuk menampung muatan barang-barang curah.

Terpisah, anggota komisi DPRD Kota Cirebon, Imam Yahya menilai dengan adanya rencana pengembangan pelabuhan Cirebon seluas 19.200 M2, dirinya mengaku menyambut positif dengan adanya rencana pembangunan pelabuhan itu, Namun yang palin penting, menurut Imam, dirinya mengingatkan agar rencana pengembangan pelabuhan pada akhir tahun itu harus mengedepankan manfaat kepada masyarakat sekitar.

“PT Pelindo harus bisa memberikan proteksi dan manfaat bagi masyarakat sekitar. Protreksi itu dapat berupa perlindungan kesehatan bagi warga, maupun proteksi bagi pengusaha lokal di pelabuhan,” katanya.

pelabuhan cirebon2Selain itu, Pelindo wajib memberikan proteksi kesehatan seperti penyediaan fasilitas pengobatan gratis, serta proteksi bagi pengusaha lokal yang bersaing dengan pengusaha besar dari Negara luar. Sebagai mitra kerja pemerintah daerah, Imam mengaku mendukung langkah pemerintah Kota Cirebon untuk membuat Raperda Pelabuhan Cirebon.

“Ada beberpa hal yang perlu diperhatikan, pemerintah Kota Cirebon harus mengambil sikap terkait rencana pembangunan itu, karena dengan adanya pembangunan itu, jangan sampai pemkot harus mempertimbangkan segala sesuatunya,” katanya.

Sumber : CirebonNews.com

Share on Pinterest

Leave a reply


*